Pentingnya keamanan data saat bermigrasi dari lokal ke cloud

Ubuntu


Migrasi data sebenarnya adalah proses pemindahan data dari satu sistem ke sistem lain dan mengubah ruang penyimpanan, database atau aplikasi. Proses ETL (Extract-Transform-Load) menyatakan bahwa transfer data selalu membutuhkan langkah Extract dan Load minimum.

Baru-baru ini, kami telah berbicara tentang memindahkan situs WordPress dari satu server ke server lainnya. Artikel ini akan membantu Anda memahami proses transfer data dan jenis transfer data.

Tujuan migrasi data

Migrasi data biasanya terjadi selama peningkatan atau migrasi perangkat keras bekas ke sistem yang benar-benar baru. Contoh: bermigrasi ke atau dari platform perangkat keras. meng-upgrade atau mentransfer database ke perangkat lunak baru; atau penggabungan perusahaan dimana sistem dua perusahaan akan digabung menjadi satu perusahaan.

Ada tiga pilihan utama untuk mencapai transfer data:

  1. Integrasi sistem kedua perusahaan ke dalam sistem baru
  1. Bermigrasi dari satu sistem ke sistem lainnya.
  1. Keluar dari sistem yang ada tetapi membuat gudang data di atasnya.

Jenis migrasi data

Ada berbagai jenis transfer data, seperti:

Migrasi penyimpanan

Yang pertama adalah migrasi penyimpanan. Biasanya langkah-langkah tersebut dapat dilakukan secara transparan, namun selama aplikasi hanya menggunakan antarmuka utama untuk mengakses data. Untungnya, ini tidak akan menjadi masalah pada kebanyakan sistem. Tapi tetap saja, Anda harus lebih memperhatikan program lama yang berjalan pada sistem khusus.

Kode sumber program tertentu biasanya tidak tersedia dari awal. Masalah lain mungkin muncul ketika penjual bahkan tidak ada lagi. Jadi, itulah mengapa migrasi ini agak sulit dan menantang untuk dilakukan, terutama karena aspek relevansinya.

Migrasi basis data

Selanjutnya adalah migrasi database, yang pada dasarnya merupakan langkah yang lebih sederhana karena menggunakan dasar-dasar area penyimpanan. Tugas yang mudah ini dapat berubah menjadi tugas yang sulit ketika dihadapkan pada beberapa masalah seperti pencocokan tipe data dan pengkodean yang berbeda.

Ada jenis data tertentu yang dapat Anda kelola dengan mudah dengan memilih yang terdekat untuk menjaga integritas. Namun, banyak hal bisa berubah jika database mendukung format data yang lebih kompleks.

Sebuah database biasanya digunakan tidak hanya sebagai tempat untuk menyimpan data. Tapi, terkadang, itu bisa mewakili logika bisnis. Inilah sebabnya mengapa Anda harus selalu berhati-hati saat melakukan proses migrasi, terutama pada database yang lebih besar.

Ada kasus di mana database bahkan tidak mendukung fitur yang sama. Dalam hal ini, Anda perlu melakukan perubahan berdasarkan sisi aplikasi.

Anda juga dapat menggunakan layanan VPN untuk membuat database Anda lebih aman. Direkomendasikan, selalu percaya pada pengembang tepercaya, seperti PIA. PIA menawarkan fitur enkripsi VPN yang dapat mendukung lebih banyak efisiensi untuk bisnis Anda. Data penting akan tetap aman dan utuh.

Migrasi program

Nah, kemungkinan kedua metode migrasi di atas akan lebih mudah Anda temukan. Yah, itu bisa benar atau salah tergantung pada keterampilan Anda yang sebenarnya dalam melakukan migrasi.

Namun perlu kami informasikan bahwa mentransfer program ini tidak semudah yang mereka bayangkan. Meskipun dirancang oleh vendor yang sama, data toko dapat bervariasi dalam struktur maupun format.

Oleh karena itu, untuk menyederhanakan berbagai hal, Anda dapat memilih proses ETL lengkap.

Keuntungan mentransfer data ke komputasi awan

Digitalisasi yang semakin maju dan berkembang saat ini menyebabkan semakin banyak perusahaan dan organisasi membangun bisnisnya dengan mengandalkan teknologi cloud computing atau komputasi awan. Selain digitalisasi, berbagai keunggulan yang ditawarkan teknologi ini juga menjadi alasan perusahaan menggunakannya.

Setidaknya ada tiga manfaat berbeda bagi bisnis perusahaan saat mengadopsi atau bermigrasi ke layanan cloud computing.

Keuntungan pertama menggunakan cloud computing adalah menghemat biaya operasional. Penghematan biaya ini berasal dari perubahan model biaya dari CapEx ke OpEx. OpEx dapat dioptimalkan melalui skala ekonomi yang diperoleh dari penyedia layanan komputasi awan, seperti AWS.

Manfaat kedua adalah peningkatan produktivitas karyawan meskipun Anda bekerja dengan jumlah tim yang sama. Ini karena sebelumnya. Banyak waktu yang dibutuhkan untuk mengurus infrastruktur TI. Sekarang dengan komputasi awan, itu tidak lagi diperlukan.

Dengan menggunakannya, mereka (karyawan) dapat fokus pada pekerjaan yang lebih produktif, seperti berkontribusi pada inovasi dan pengembangan program.

Manfaat ketiga adalah fleksibilitas operasional yang berasal dari peningkatan ketersediaan, keamanan, dan pengurangan waktu henti. Keunggulan keempat adalah adanya kelincahan bisnis atau business agility.

Dengan mengadopsi komputasi awan, tim di perusahaan dapat mengembangkan produk dan fitur baru atau bahkan memperluas bisnis ke lokasi baru dengan lebih cepat dan efisien.





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *